Dua kata untuk gunung prau Jalungkrang jeung Ngebul :D. gara-gara pas musim hujan di PHP'in gak bisa naik karna badai, niat banget habis lebaran eweh duitge ngabolang.
Perjalanan dimulai dari bantarkawung menuju dieng dengan menggunakan motor titan kesayangan, walau titan bahan bakarnya pake pertamax :D. dan ditemani sohib - sohib, janji kumpul pemberangkatan jam 07.00 ternyata kumpulnya jam 08.01 (jam dalapan lewih samenit) biasalah endonesa.
Pemberangkatan 08.01 WIB
registrasi dan start pendakian jam 17.23 WIB, pas datang ke dieng di kaki gunung prau kami singgah di mushola ketika kami menunaikan sholat ashar jam 16.30 WIB kami mendengar di setiap masjid di dieng baru mengumandangkan adzan ashar di situ kami merasa kaget :D cek si heru heh heh heh didiemah gening kakara adan satengah lima :D.
setengah perjalanan bulum kami selesaikan waktu sholat magrib tiba, mirisnya dari sekian ratus pendaki hanya kelompok kami yang berhenti untuk solat, pesan saya bagi para pendaki setinggi apapun gunung yang kau daki seberat apapun beban yang kau bawa, secape apapun kau, jangan sekali2 meninggalkan solat :D
naik - naik gunung ehh salah naik - naik ke puncak gunung tinggi - tinggi sekali, kiri kana ku lihat saja banyak orang pacaran, lahh aku gmn ? nasib jones :D. sesampainya di puncak gunung tepatnya di bukit teletubis gunung prau segera kami mendirikan tenda soalnya tirisnya sampe mendegdeg.
sempatkan foto bintang dari atas gunung
sempatkan foto bintang dari atas gunung
setelah solat subuh dan rasa cape hilang setelah istirahat saatnya menikmati pemandangan indah yang wajib kita syukuri (maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan)
derita seorang koki yang lain asik berfoto akumah kudu nyiapken sarapan, tak apalah biar berangkat kenyang pulangpun harus kenyang.
setelah menyantap sarapan dan matahari sudah cukup tinggi kami bergegas turun gunung bisi aya walanda ngudag,
sayonara prau lain waktu kami akan melihat kamu dari gunung sindoro

Tidak ada komentar:
Posting Komentar